Oleh: Ummu hanik | 30 Juli 2010

Haruskah berteriak

Suatu saat seorang sahabat baik bertanya kepada saya, “Mengapa ketika orang sedang marah, ia akan berbicara dengan suara kencang atau berteriak?”
“Karena ia hilangan kesabaran, tidak bisa mengontrol diri hingga suaranya lepas tak terkendali, kencang dan keras.” Jawab saya.
“Tetapi bukankah orang yang marah itu mengetahui dan sadar bahwa lawan bicaranya ada di dekatnya dalam jarak yang ketika bicara pelan-pun pasti akan mampu mendengarnya?” tanya sahabat saya.
Dalam kebingungan itu saya menyerah dan bertanya balik, “Memangnya kenapa orang marah kok suka berteriak-teriak?”
Dengan pelan ia menjawabnya, “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara dua hati mereka menjadi teramat jauh walau secara fisik mereka terlihat begitu dekat. Karena itu untuk mencapai jarak hati yang sedemikian jauhnya itu, mereka harus berteriak.”
“Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, ternyata semakin pula mereka menjauhkan hatinya sehingga dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya-pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka menambah intonasi teriakannya dengan lebih keras lagi, namun ternyata justru semakin bertambah jauhlah jarak antar hatinya….”
Kemudian ia masih melanjutkan kata-katanya.
“Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang yang mencintai, menghormati dan memuliakan saling berbicara? Mereka bukan hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara, suaranyapun begitu halus, begitu kecil. Namun sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkan dengan begitu jelasnya. Itu semua terjadi karena hati mereka begitu dekat, tak berjarak. Hingga akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sekedar pandangan mata saja amatlah cukup untuk membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.” Jadi ketika anda sedang dilanda kemarahan atau kekecewaan, jagalah agar tak usah berteriak. Lebih-lebih lagi jagalah agar tidak mengucapkan kata-kata yang justru mendatangkan jarak di antara hatimu. Ucapkanlah kata-kata yang bijak dan santun dan bahkan lebih bijaksana jika tak usah berkata-kata jika justru berkata-kata malah menjauhkan jarak antara dua hatinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: