Oleh: Ummu hanik | 25 Juni 2010

Sepersenpun belum membalas kebaikan ibu

Selepas sholat isya, terlihat Parto bergegas menuju rumah kang Udin. Langkahnya terlihat terburu – buru, raut wajahnya masih sedikit terlihat memerah seakan menahan amarah yang ingin ia tumpahkan. Parto, memang sedang kesal sama ibunya, namun kekesalannya mampu ia tahan, sehingga amarahnya hanya terpendam. Namun diam – diam ia pergi ke tempat kang Udin untuk sharing tentang kekesalannya kepada ibunya…..Bisnis angkudes (angkutan pedesaan) yang ia jalankan sedang lesu, menyusul begitu mudahnya kredit sepeda motor sekarang ini. Banyaknya sepeda motor membuat bisnis angkudesnya semakin hari semakin sepi penumpang. Kelesuan bisnisnya ditambah ibunya yang sudah tua, terlihat cerewet dan bertindak seperti anak kecil. Seperti perilaku anak kecil, ibunya sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini dan itu. Ini yang membuat Parto kelihatan cemberut dan bermuram durja.

”Saya pusing kang…., bisnis angkudes saya semakin hari semakin sepi, karena sepeda motor semakin banyak bertebaran. Belum lagi pusing saya habis, ibu saya cerewet banget dan sering minta yang aneh – aneh minta dibelikan ini itu. Gimana kang ?” tanya Parto kepada kang Udin.

”Sampeyan ini, mencari – cari jalan keluar supaya bisnis sampeyan lancar…namun jalan keluar sudah dikasih … sampeyan malah ga diambil.” jawaab kang Udin.

”Lo …. sampeyan ga nyambung kang, gini nih… bisnis saya sedang lesu….ibu saya cerewet dan minta ini itu…gitu lo….kan baiknya gini to, ibu saya ini ya…minimal ngedoakan saya…supaya bisa keluar dari masalah ini.” balas Parto.

Setelah terdiam agak lama, kang Udin mulai berkata :

”Logika sampeyan coba dibalik, penuhi dulu permintaan ibu sampeyan…terima semua ”kecerewetannya” yang sebenarnya wujud ”kasih sayang” sama sampeyan. Sampai disini dulu… buang jauh – jauh dulu pikiran bisnis sampeyan yang lagi seret itu. Tentang sebaiknya ibu sampeyan berdo’a demi kelancaran bisnis sampeyan, ga usah diminta, saya yakin ibu sampeyan sudah mendo’akan ga ngomong aja”

”Sampeyan mungkin lupa ya….waktu kita bareng – bareng ngaji ke kyai Ilyas, apa cerita beliau waktu membahas tentang berbakti sama orang tua ?, kalau sampeyan lupa … sekarang saya ikut mengingatkan, ”Seseorang bertanya, “Ya Rosul, saat ini ibuku menginggau di tempatku, aku mendulangnya dan mewudlukannya serta kugendong diatas bahuku, hal ini apakah termasuk aku membalas jasa kepadanya ? Beliau menjawab : “Belum satu persenpun dari jasa (kebaikan)nya, tetapi engkau sudah termasuk berbakti, dan Allah akan membalasmu dengan pahala yang sangat besar, sekalipun amalmu tidak seberapa kepadanya.”

”Jadi, kalau sampeyan mau nyerahkan seluruh uang hasil bisnis sampeyan ke ibu, apa sudah bisa membalas jasa kebaikan seorang ibu ? sama sekali tidak, apalagi kalau ibu hanya ”cerewet” dalam bahasa sampeyan.”

”Nah, kalau sampeyan sudah bisa dengan sungguh – sungguh memahami, menghayati dan dengan ketulusan hati melakukan itu, mudah-mudahan petunjuk Allah akan segera turun tentang penyelesaian bisnis sampeyan, karena sesungguhnya sampeyan bisa mengatasi ruwetnya bisnis bukan karena kelihaian, keterampilan, yang sampeyan miliki, namun semata – mata karena kehendak gusti Allah.”

Mendengar penuturan kang Udin, perlahan Parto mulai tertunduk dari matanya tak terasa mengalir tetesan air mata. Sejenak ia tidak terfikirkan sama sekali tentang bisnis angkudesnya yang sedang lesu, namun terbayang-bayang dalam relung fikirannya bagaimana ia belum pernah menyenangkan hati seseorang yang dengan susah payah melahirkan dirinya ke dunia ini.

Sudahkah anda berbuat sesuatu yang menyenangkan hati seorang ibu ?

(www.kangtris.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: